Home » Wanita » Kehamilan » Berbagai Macam Penyebab Pendarahan saat Hamil
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Berbagai Macam Penyebab Pendarahan saat Hamil

Saturday, September 15th 2012. | Kehamilan

Tips Agar Cepat Hamil

CafeBerita.com – Kasus pendarahan saat hamil memang sering terjadi dan menyebabkan sang ibu merasa panik, cemas, dan takut. Pendarahan yang terjadi selama kehamilan tersebut bisa disebabkan karena berbagai hal. Dan tentunya, resiko dan penangannya pun akan berbeda-beda pula.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Pendarahan saat hamil bisa terjadi pada trimester awal, trimester tengah, maupun trimester akhir kehamilan. Ini berarti, selama Anda hamil, akan selalu ada resiko pendarahan. Untuk itu, ada baiknya jika Anda mengetahui pendarahan apa saja yang mungkin terjadi pada diri Anda selama hamil. Dengan begitu, Anda bisa senantiasa waspada.

Pendarahan saat Hamil dan Berbagai Macam Penyebabnya


Berbagai macam penyebab pendarahan saat hamil pada masa awal kehamilan hingga pertengahan masa kehamilan :

  1. Implantasi: Beberapa ibu hamil mengalami pendarahan ringan pada masa implantasi, yaitu berupa bercak atau flek darah yang tidak begitu banyak. Masa implantasi yaitu masa pembentukan embrio, umumnya sekitar 6-12 hari setelah pembuahan. Pendarahan ini tidak berbahaya sama sekali.
  2. Infeksi karena Hubungan Seksual: Beberapa wanita terlahir dengan kondisi mulut rahim yang sangat lemah dan sensitif. Jika wanita tersebut hamil dan kemudian berhubungan seks, ada kemungkinan bakal terjadi infeksi pada mulut rahim sehingga terjadi pendarahan. Jika kasus ini terjadi pada Anda, sebaiknya Anda tidak berhubungan seks terlebih dahulu sebelum mengkonsultasikannya dengan dokter.
  3. Abortus Iminiens: Abortus iminiens adalah jenis pendarahan saat hamil yang juga tidak berbahaya. Pendarahan yang muncul hanyalah berupa flek yang tidak terlalu banyak dan hanya sebentar. Walaupun pendarahan ini terjadi pada rahim, keadaan embrio janin masih baik-baik saja.
  4. Abortus Insipiens: Abortus Insipiens terjadi karena adanya pembukaan rahim. Sang ibu akan merasakan nyeri atau mulas pada perutnya dan darah yang keluar pun agak banyak. Jika terjadi pendarahan semacam ini, umumnya perlu dilakukan USG untuk memeriksa embrionya. Namun, pada kebanyakan kasus abortus insipiens, keadaan embrio masih baik-baik saja.
  5. Abortus Inkomplet: Pendarahan ini terjadi karena embrio yang gagal terbentuk menjadi janin. Kegagalan tersebut bisa disebabkan karena berbagai hal. Sisa-sisa bekas embrio yang gagal terbentuk ini sebagian akan keluar bersama darah, dan sebagian lain masih tertinggal di dalam. Pada pendarahan ini, darah yang keluar umumnya sangat banyak dan kadang menyebabkan syok. Ibu hamil yang mengalami abortus inkomplet harus dikuret rahimnya untuk membersihkan sisa-sisa pendarahan.
  6. Hamil Ektopik: Terkadang, ada embrio yang terbentuk tidak pada rahim sang ibu, melainkan di saluran lain seperti di tuba falopi atau ovarium. Keadaan ini akan menyebabkan embrio tidak mampu mendapat nutrisi yang cukup untuk berkembang. Embrio yang gagal berkembang ini selanjutnya akan mengakibatkan pendarahan. Untuk menanganinya, sang ibu harus dioperasi supaya embrio tersebut dapat diangkat.
  7. Hamil Anggur: Hamil anggur, atau yang dalam dunia medis dikenal dengan sebutan mola hidatidosa,  adalah kasus langka dimana embrio yang seharusnya berkembang menjadi janin, malah berubah menjadi tumor yang keguguran. Ke-abnormal-an perkembangan embrio ini dapat terdeteksi melalui USG. Untuk menyelamatkan sang ibu, rahimnya harus dikuret untuk mengeluarkan sisa-sisanya.
  8. Blighted Ovum: Blighted ovum adalah keadaan dimana embrio tidak dapat berkembang sama sekali sehingga rahim sang ibu harus dikuret.


Sementara itu, pada pertengahan kehamilan hingga tiba saatnya persalinan, pendarahan yang mungkin dapat muncul umumnya disebabkan oleh:

  1. Plasenta Previa: Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta terletak pada jalan lahir. Jika terjadi kontraksi, keadaan ini akan menyebabkan pendarahan. Jika pendarahannya hanya sedikit, kehamilan masih bisa tetap dilanjutkan. Namun, jika darah yang keluar cukup banyak, maka keselamatan janin dan ibunya berada dalam bahaya. Untuk menyelamatkannya, sebaiknya bayi segera dikeluarkan dengan operasi caesar.
  2. Plasenta Solutio: Plasenta solutio adalah keadaan dimana plasenta janin terlepas sebelum bayi tersebut dilahirkan. Keadaan ini sangat membahayakan dan terkadang menyebabkan janin meninggal. Jika kasus ini terjadi dan bayinya masih hidup, maka harus dilakukan operasi caesar sesegera mungkin sehingga janin dapat diselamatkan. Namun, jika janin sudah terlanjur meninggal dalam kandungan, jasadnya bisa dikeluarkan dengan persalinan normal di bawah pengawasan ketat. Kasus plasenta solutio ini sangat jarang terjadi. Secara statistik, hanya 1% ibu hamil yang mengalami kasus semacam ini. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu paranoid terhadap kasus pendarahan ini selama Anda menjaga kandungan dengan baik.
  3. Kelainan Mulut Rahim: Pendarahan saat hamil tua juga bisa disebabkan karena adanya penyakit atau kelainan pada mulut rahim sang ibu, misalnya seperti kanker serviks.

Pendarahan saat hamil tidak semuanya berbahaya. Namun, pendarahan tersebut tetap perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, untuk mencegahnya, setiap ibu hamil disarankan untuk rajin memeriksakan kandungan ke dokter kandungan atau bidan secara rutin, dari sejak awal kehamilan, sampai pasca persalinan. Dengan memonitor selalu kondisi ibu dan perkembangan janin, resiko pendarahan saat hamil pun bisa dihindari.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

pendarahan implantasi yang banyak, pendarahan saat hamil, mengobati darah implantasi, penyebab gagal implantasi embrio, penyebab gagal implantasi, pendarahan, apa penyebab hamil selalu ngeflek, pendarahan ringan, masa implantasi janin, menyelamatkan janin tidak berkembang

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Berbagai Macam Penyebab Pendarahan saat Hamil

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya