Home » Serba-Serbi » Sosial » Antara Agama dan Peperangan
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Antara Agama dan Peperangan

Saturday, November 24th 2012. | Sosial

CafeBerita.com – Antara agama dan peperangan. Dunia ini diciptakan memang bukan sebagai tempat yang selalu nyaman dan damai. Kemelut kehidupan merupakan bumbu bagi bongkahan tanah besar yang disebut planet Bumi ini. Peperangan tidak pernah mengenal kata tamat, konflik seolah tidak pernah usai. Pertikaian selalu ada demi mempertahankan ego saya benar dan dia salah. Alasan untuk berperang pun selalu ada.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Antara Agama dan Peperangan

Antara agama dan peperangan merupakan alasan yang dirasa tepat bagi sebagian manusia untuk melakukan peperangan. Propaganda gencar dilakukan untuk membunuh karakter suatu agama tertentu. Isu-isu serta pembentukan citra yang buruk dilakukan untuk merusak imej agama tertentu. Peperangan yang mengatasnamakan agama memang bukan hal baru. Sejak dahulu, ada beberapa agama di muka Bumi ini yang memang tidak pernah akur. Himbauan untuk saling menghargai antar umat beragama hanya dianggap angin lalu.

Tercatat dalam sejarah, peperangan karena agama sudah ada sejak zaman nabi dahulu. Keinginan untuk menghancurkan kepercayaan yang berbeda memang sudah diwariskan secara turun-temurun. Perbedaannya, kini peperangan antar-agama tidak dilakukan dengan menunggangi kuda dan membawa pedang seperti yang dilakukan orang-orang zaman dahulu. Kini teknologi semakin maju, otak dan akal manusia pun semakin cerdas karena ilmu pengetahuan yang kian berkembang. Peperangan dilakukan secara perlahan dan bersifat gerilya, bukan dengan cara menebaskan pedang ke leher musuh seperti dahulu. Alat perang yang dianggap paling mutakhir belakangan ini adalah: media massa.

Tidak terhitung berapa jumlah propaganda yang dilancarkan untuk menghancurkan suatu agama melalui media massa, baik itu berupa tayangan audio-visual ataupun tulisan. Tidak sedikit beredar film-film yang dengan sengaja mengandung muatan penghinaan terhadap agama tertentu. Memasukkan citra buruk agama tertentu pada sebuah film yang disaksikan oleh jutaan pasang mata manusia di dunia ini merupakan sebuah bentuk peperangan yang dilakukan secara perlahan. Sadar atau tidak sadar, manusia yang dicekoki muatan-muatan tersebut akan terdoktrin dan menciptakan stereotipe dengan sendirinya. Efeknya antara agama dan peperangan, citra suatu agama tertentu akan menjadi jatuh dan buruk di mata dunia.

Belakangan ini, kembali muncul sebuah film yang menjadi kontoversi akibat memuat konten penghinaan terhadap salah satu agama, yaitu Islam. Memang, film atau video yang disinyalir melakukan penghinaan terhadap Islam bukan hanya sekali-dua kali terjadi. Sebelumnya sempat beredar video yang menghina Islam dengan menggambarkan karikatur nabi Muhammad SAW, dan adegan Al-Quran yang dibakar. Video serupa kian bermunculan, baik yang diketahui publik atau yang tidak muncul ke permukaan publik.

Pada tahun 2012 ini, dunia dikagetkan dengan sebuah film yang berjudul Innocence of Muslim. Sebuah film karya Sam Bacile yang berkebangsaan Amerika Serikat ini berlatarkan padang pasir dan menceritakan kisah seorang tokoh yang bernama Muhammad. Muhammad yang dimaksudkan pada film ini merupakan Nabi Muhammad SAW, yang merupakan pemimpin atau rasul bagi umat Muslim. Muhammad pada film ini digambarkan sebagai seorang pemuda yang berperangai buruk dan kerap bertingkah bodoh, padahal Islam meng-klaim bahwa Nabi Muhammad haram untuk dibuat gambarnya, atau diperankan, terlebih menghinanya.

Film berdana rendah tersebut dengan terang-terangan menghina khalifah umat Muslim dan menunjukkannya pada dunia. Penggambaran Muhammad pada film ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diyakini oleh umat Muslim, akibatnya muncul protes dari negara mayoritas Muslim seperti Mesir, Pakistan, Bangladesh, dan Libya terhadap film ini. Protes yang dilakukan oleh beberapa umat Muslim ini menimbulkan chaos di berbagai negara. Tidak hanya itu, aksi protes ini mengakibatkan sekurangnya 12 orang tewas.

Tidak ada satupun pembenaran bagi aksi kekerasan apalagi pembunuhan, begitupun dengan umat Muslim. Memang, film Innocence of Muslim dapat dikatakan salah sepenuhnya, namun aksi kekerasan yang menewaskan jiwa manusia pun tidak dapat dikatakan benar. Jiwa yang mati pada insiden protes tersebut sama sekali tidak bersalah. Mereka yang tidak tahu-menahu dengan keberadaan film ini, mati dengan sia-sia akibat tindak kekerasan.

Pada dasarnya, peperangan antar umat beragama memang tidak akan pernah berakhir, dan akan selalu muncul kapan saja, entah itu untuk Muslim, Kristen, Budha, Hindu, Yahudi, dan agama-agama lainnya. Hingga detik ini, sangat sedikit manusia yang bisa menghargai perbedaan, terlebih masalah agama. Semua agama benar jika dilihat oleh umatnya, dan agama lain adalah salah jika dilihat oleh umat yang lainnya. Itulah perbedaan, dan oleh karena itulah ada kata yang disebut “toleransi”. Jika antara agama dan peperangan selalu menjadi alasan untuk berperang, apakah sebaiknya manusia hidup tanpa ada agama?

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

peperangan, foto peperangan, gambar kata peperangan, gambar peperangan

Grosir Online Murah

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Antara Agama dan Peperangan

Grosir Online Murah