Home » Serba-Serbi » Budaya » Tradisi Memakai Wig Pria Eropa Masa Lalu
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Tradisi Memakai Wig Pria Eropa Masa Lalu

Tuesday, January 29th 2013. | Budaya

Tips Agar Cepat Hamil

Tradisi Memakai Wig Pria Eropa Masa LaluCafeBerita.com – Tradisi memakai wig pria Eropa masa lalu. Tentunya anda sering melihat foto lukisan tokoh-tokoh besar dari Eropa dari abad 17 atau 18 seperti fisikawan Isaac Newton, ahli hukum Montesqueiu, matematikawan Blaise Pascal, King James II, ahli biologi Antonie van Leeuwenhoek, pemimpin militer John Churcill, King Ferdinand VI dan lain-lain. Jika diperhatikan penampilan mereka memang sangat identik dengan rambut panjang keriting maupun hanya ikal. Memang banyak orang Eropa saat itu yang mempunyai rambut panjang asli , namun banyak pula diantara mereka yang ternyata memakai Wig atau rambut palsu.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Pada abad 17 sampai awal abad 19 tradisi memakai wig memang sangat populer di Eropa, terutama kaum bangsawan. Kata Wig sendiri juga baru muncul dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1675.

Sebenarnya pada jaman Romawi kuno, di Eropa sudah mengenal penggunaan Wig. Namun sejak keruntuhannya, segala bentuk budaya banyak yang menghilang, termasuk Wig. Lalu siapa sebenarnya orang yang pertama kali mempopulerkan kembali penggunaan Wig di Eropa masa itu? Ternyata penggunaan rambut palsu diperkenalkan lagi oleh Raja Louis XIII dari Perancis yang bertubuh pendek dan memiliki rambut botak. Louis XIII mengalami masalah pada rambutnya sejak ia lahir secara prematur. Sang raja menggunakan rambut palsu sejak 1624 saat usianya baru sekitar  25 tahun, selain itu ia juga menambah sepatu dengan hak tinggi untuk memperbaiki penampilannya.

Akhirnya fashion baru ini menjadi populer dikalangan para bangsawan lain termasuk pula George I dari kerajaan Britania. Penerus Louis XIII yaitu Louis XIV juga mengadopsi gaya berpakaian ayahnya yang akhirnya memberi kontribusi terhadap penyebaran Wig di sebagian besar negara-negara Eropa. Saat itu Wig juga digunankan untuk menunjukan status seseorang, semakin besar Wig yang ia pakai maka semakin ia mempunyai kedudukan tinggi.

Umumnya Wig dibuat menggunakan rambut kuda, rambut manusia, wol dan lain-lain. Samuel Pepys pernah menuliskan bahwa pada pertengahan abad 17 sempat terjadi ketakuan orang menggunakan Wig. Hal ini disebabkan oleh seorang tukang cukur yang mencukur  rambutnya sendiri untuk membuat rambut palsu. Tetapi saat itu justru terjadi wabah penyakit yang disebabkan dari Wig tersebut. Orang-orang takut untuk menggunakan Wig, mereka mengira para pembuat Wig memakai bahan rambut orang mati. Selain itu kelemahan lain dari Wig adalah masalah kenyamanannya dan cukup berat dipakai. Bagi seseorang yang sudah bosan dengan Wig miliknya, ia juga dapat menjualnya, sama seperti orang menjual sepeda bekas.

Mulai abad ke 19 tradisi memakai wig sebagai simbol status sosial mulai ditinggalkan, terutama di Amerika Serikat dan Perancis. Terhitung hanya beberapa presiden Amerika Serikat yang menggunakan Wig, yakni George Washington sampai masa James Monroe. Selanjutnya hampir tidak ada lagi presiden Amerika Serikat yang menggunakan Wig.

Di masa modern ini, tradisi memakai wig Eropa khas abad 17 hanya dipakai oleh para hakim dan jaksa Inggris diruang sidang. Inggris memang masih memberlakukan peraturan penggunaan Wig bagi hakim dan jaksa sebagai pelestarian budaya. Bahkan pakaian mereka dalam ruang sidang juga masih berciri khas gaya abad 17.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

Rambut bangsawan inggris, model rambut pria abad 19, bangsawan eropa, wig pertengahan Eropa, wig abad pertengahan, Sebutan untuk wig yang dipakai Raja Bangsawan dan Hakim Eropa ?, rambut bangsawan, negara eropa rambut yang berciri ciri berombak bertubuh pendek, nama wig bangsawan eropa, model rambut bangsawan eropa

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Tradisi Memakai Wig Pria Eropa Masa Lalu

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya