Home » Serba-Serbi » Budaya » Genjer-Genjer Adalah Lagu Rakyat Bukan PKI
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Genjer-Genjer Adalah Lagu Rakyat Bukan PKI

Thursday, December 6th 2012. | Budaya

CafeBerita.com – Genjer-genjer adalah lagu rakyat bukan PKI. Rasanya miris ketika kita mengenang kembali tragedi Gerakan 30 september yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia serta menewaskan 7 Jenderal dan seorang anak perempuan berumur 4 tahun. Namun kita patutnya lebih miris lagi saat melihat pemerintah dengan kejam dan brutalnya justru membantai dan memenjarakan jutaan anggota dan simpatisan PKI. Bahkan yang lebih mengerikan adalah tentang laporan pembunuhan simpatisan PKI di Jawa Timur, karena saat itu di sungai Brantas menjadi penuh dengan mayat-mayat bergelimpangan. Selain itu di Bali, menurut laporan dari Frankfurter Allgemeine Zeitung dijelaskan bahwa mayat-mayat anggota PKI dibiarkan di pinggir jalan, dan dibuang ke galian-galian.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Genjer-Genjer Adalah Lagu Rakyat Bukan PKI

Dalam artikel kali ini, kami tidak akan membahas secara panjang lebar mengenai sejarah G30S/PKI. Namun kami akan membahas tentang sebuah lagu rakyat berjudul Genjer-genjer yang pada rezim orde baru dicap sebagai lagu milik Partai Komunis Indonesia dan terlarang untuk dinyayikan. Menurut versi TNI, para anggota “Pemuda Rakyat”  dan “GERWANI” (Gerakan Wanita Indonesia) yang merupakan simpatisan PKI menyanyikan lagu tersebut saat menginterograsi dan menyiksa para jenderal yang diculik. Selain itu sebelum meletusnya peristiwa tersebut, PKI juga sudah melancarkan kampanye besar-besaran menggunakan lagu Genjer-genjer guna meningkatkan popularitasnya sejak tahun 1959. Karenanya masyarakat luas menganggap lagu Genjer-genjer sebagai “lagu PKI” dan lagu pengkhianatan terhadap negara.

Namun tahukah anda? Sebenarnya lagu lagu Genjer-genjer aslinya tidak berisi lirik tentang politik, kecaman terhadap pemerintah, maupun segala ajakan dan upaya untuk mendirikan negara komunis. Lagu tersebut justru menggambarkan penderitaan dan kesengsaraan warga desa pada masa pendudukan penjajah Jepang. Lagu Genjer-genjer pertama kali diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama “Muhammad Arief” pada tahun 1940’an. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Osing, yakni bahasa yang digunakan oleh masyarakat asli Banyuwangi, karenanya memiliki banyak kosakata bahasa Jawa kuno. Namun versi lain menyebutkan bahwa lagu Genjer-genjer diciptakan oleh seorang dalang terkenal bernama “Ki Narto Sabdo”.

Muhammad Arief menciptakan lagu Genjer-genjer disaat sedang berkembangnya budaya kesenian angklung, lagu tersebut pun di iringi dengan alat musik itu. Tujuan utama lagi Genjer-genjer sebenarnya dimaksudkan untuk menyindir atas pendudukan Jepang di Nusantara, dimana masyarakat malah semakin hidup sengsara dibanding saat dibawah Belanda. Genjer-genjer sendiri adalah sebuah tanaman gulma yang banyak tumbuh di daerah rawa, sawah-sawah maupun di perairan dangkal. Dalam bahasa Jawa Banyumasan dan Sunda, Genjer disebut dengan Gendot, nama Latinnya adalah “Limnocharis Flava”. Tanaman gulma ini sering di deskripsikan sebagai “sayuran orang miskin”, yang sering dimakan oleh orang desa saat tidak bisa membeli atau menanam sayuran lain. Disaat penjajahan Jepang banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi Genjer karena sudahnya mendapat bahan pangan. Padahal Genjer biasanya digunakan sebagai pakan itik.

Pada tempo dulu, ada banyak musisi-musisi terkenal Indonesia yang pernah menyanyikan lagu Genjer-genjer, diantaranya adalah Bing Slamet dan Lilis Suryani. Selain itu lagu tersebut juga sering diputar di Radio Republik Indonesia, meski sejak masa orde baru lagu tersebut akhirnya dilarang. Dan sejak berakhirnya masa orde baru, pelarangan lagu Genjer-genjer secara formal telah dihapus. Saat ini telah banyak di unggah video yang berisi nyanyian Genjer-genjer di situs Youtube.

Sayangnya ada laporan yang mengatakan bahwa sang pencipta lagu Genjer-genjer juga turut menjadi korban pembantaian komunis antara 1965 hingga 1966. Ia dianggap ikut terlibat dalam organisasi masyarakat yang berdiri dibawah Partai Komunis Indonesia.


Grosir Online Murah

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Genjer-Genjer Adalah Lagu Rakyat Bukan PKI

Grosir Online Murah