Home » Serba-Serbi » Budaya » Candi Muaro Jambi Peninggalan Budaya Kerajaan Sriwijaya
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Candi Muaro Jambi Peninggalan Budaya Kerajaan Sriwijaya

Friday, September 7th 2012. | Budaya

Grosir Balmut Sprei Murah

Candi Muaro Jambi Peninggalan Budaya Kerajaan SriwijayaCafeBerita.com – Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara selain Majapahit, Singasari, Mataram dan lain-lain. Wilayah kekuasaannya saat itu membentang sampai ke negeri Kamboja, Thailand selatan, sebagian Kalimantan, Jawa, Sumatera dan Semenanjung Malaya. Sayangnya setelah kejatuhannya pada abad pertengahan, Kerajaan Sriwijaya sudah dilupakan orang dan baru diketahui kembali lewat hasil penelitian serta publikasi yang dilakukan seorang Sejarawan Perancis bernama George Cœdès tahun 1918.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi kebudayaan India, baik dari Hinduisme dan Buddhisme. Bahkan pada masa kejayaannya Sriwijaya menjadi pusat pengajaran “Buddha Vajrayana”. Selain itu ajaran Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana juga turut berkembang di Sriwijaya.

Jika Kerajaan Majapahit meninggalkan peninggalan purbakala di Trowulan, begitu pula Sriwijaya. Salah satunya adalah Situs pubakala kompleks candi Muaro Jambi yang terletak di kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, provinsi Jambi. Kompleks ini merupakan kompleks candi Hindu-Buddha  yang terluas di Indonesia, dan diperkirakan memang berasal dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya abad 11.

Sejarah pemugaran situs candi Muaro Jambi pertama kali dilakukan pada tahun 1975, dipimpin oleh R.Soekomono. Namun penemuannya sendiri sudah dilaporkan sejak tahun 1824 oleh letnan dari Inggris bernama S.C Cooke saat sedang melakukan pemetaan di sekitar sungai Batanghari untuk kepentingan militer. Seorang ahli arkeolog dan sejarawan, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan bahwa daerah Muaro Jambi dahulu merupakan tempat bertemunya keberagaman budaya-budaya berbagai bangsa. Kepastian tentang agama Buddha Mahayana Tantrayana yang kuat di Muaro Jambi didapat setelah ditemukannya lempengan batu bertuliskan “Wajra” pada candi-candi yang membentuk Mandala.

Kompleks candi Muaro Jambi memiliki luas mencapai 12 km persegi dengan panjang lebih dari 7 km dan luas 260 Hektar, membentang searah dengan jalur sungai Batanghari. Dalam kompleks tersebut terdapat sebanyak 61 candi yang kebanyakan masih berupa gundukan tanah yang belum digali atau di kupas (Okupasi). Meskipun kebanyakan bangunannya lebih bercorak Buddha, namun ada beberapa bangunan yang memiliki corak Hindu. Selain bangunan candi, terdapat pula kanal purba buatan manusia, kolam untuk menampung air, dan gundukan tanah yang didalamnya terdapat struktur bata kuno. Benda-benda lain yang ditemukan antara lain adalah

  1. Drawapala, yaitu patung penjaga gerbang yang seperti manusia berbentuk monster. Drawapala hanya ada dalam ajaran Buddha dan Siwa.
  2. Arca Prajnaparamita, yaitu sebuah acra yang melambangkan aspek sifat dari Boddhisattwa. Prajnaparamita hanya ada dalam aliran Buddha Mahayana.
  3. Lumpang yang dibuat dari batu
  4. Gajahsima
  5. Gong perunggu yang bertulisan huruf Cina
  6. Beberapa Mantra Buddha yang ditulis dengan kertas

Juga beberapa Keramik asing, tembikar, belaga besar yang terbuat dari bahan perunggu, mata uang Tiongkok, manik-manik, perhiasan emas, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta batu bata yang terdapat tulisan, gambar dan tanda.

Dan inilah beberapa candi-candi yang telah dipugar  dalam kompleks situs candi Muaro Jambi : Candi Astano, Candi Gumpung, Candi kembar batu, Candi tinggi, Candi gedong, Candi koto mahligai, Candi Telago rajo, dan Candi kedato.

Candi tinggi memiliki ukuran 75 x 92 meter dan terletak sekitar 200 meter arah timur laut dari candi gumpung. Didalam candi tinggi terdiri dari sebuah candi utama serta enam buah candi Perwara. sedangkan candi kembar batu memiliki ukuran 64 x 54 meter persegi, terletak 250 di sebelah tenggara candi tinggi. Candi kembar batu secara fisik dikelilingi pagar yang berbentuk persegi panjang yang tidak memiliki kesamaan pada setiap sisinya. Kemudian candi gedong memiliki dua bagian, gedong satu dan gedong dua. Candi tersebut berbentuk bujur sangkar, dan didalamnya banyak ditemukan mata uang Cina, peralatan peribadatan, keramik-keramik, tembikar dan lain-lain. Untuk candi Gumpung, terletak sekitar 500 meter sebelah kanan sungai Batanghari. Ini merupakan candi terbesar kedua setelah candi kedaton di kompleks candi Muaro Jambi. candi gumpung mempunyai candi-candi Perwara sejumlah lima buah, empat gapura, dan dua buah bekas kolam. Pada pintu gerbang candi gumpung terdapat patung Makara, yaitu gambaran dari makhluk mitologi dalam agama Hindu yang berbentuk seperti gabungan gajah, buaya, rusa untuk bagian depan dan ikan atau naga pada bagian belakang. Dalam bahasa Melayu, gumpung berarti terpatah atau terpotong diatasnya.

Sampai saat ini kompleks candi Muaro Jambi sangat terawat, dan telah dicalonkan menjadi situs warisan dunia UNESCO  sejak tahun 2009.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

hasil kebudayaan kerajaan sriwijaya, hasil budaya kerajaan sriwijaya, hasil hasil kebudayaan sriwijaya, hasil kebudayaan dan peninggalan sriwijaya, peninggalan kebudayaan kerajaan sriwijaya, peninggalan sosial budaya di jambi, peninggslsn kerajaan sriwijaya berupa kebudayaan indonesia

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Candi Muaro Jambi Peninggalan Budaya Kerajaan Sriwijaya