Home » Serba-Serbi » Budaya » Ilmu Leak Dalam Kisah Budaya Hindu Bali
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Ilmu Leak Dalam Kisah Budaya Hindu Bali

Thursday, September 6th 2012. | Budaya

Tips Agar Cepat Hamil

Ilmu Leak Dalam Mitologi BaliCafeBerita.com – Leak umumnya banyak diketahui orang melalui pertunjukan tari Bali yang pemainnya menggunakan topeng Leak. Rupa yang mengerikan, ditambah gigi tajam serta lidah menjulur adalah ciri khas dari topeng Leak. Orang Bali juga kerap memajang topeng Leak sebagai hiasan dinding dirumahnya. Namun lebih jauh, Leak merupakan warisan kepercayaan peninggalan bagi masyarakat Bali dari nenek moyangnya yang umumnya adalah penganut agama Hindu.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Istilah Leak sendiri berarti “Si Penyihir Jahat”, kata Le berarti Penyihir, sedangkan Ak berarti jahat. Perwujudan Leak hanya dapat dilihat oleh para dukun Bali pemburu Leak pada malam hari. Konon pada waktu siang, Leak berbentuk seperti manusia biasa, sedangkan pada waktu malam Leak berada dikuburan untuk mencari organ dari jasad tubuh manusia untuk membuat ramuan dan syarat-syarat sihir. Namun selain mengambil organ tubuh dari mayat, Leak juga terkadang mengambil dari manusia yang masih hidup bila memang perlu. Ramuan yang dibuat digunakan untuk merubah dirinya menjadi wujud binatang seperti Harimau, Babi, Kera dan Rangda, yaitu ratu Leak yang konon sangat menakutkan karena sering memakan anak kecil serta sebagai pemimpin para penyihir.

Menurut kepercayaan masyrakat Hindu Bali, saat melakukan kegiatan spiritualnya Leak dapat berupa kepala manusia yang memiliki organ dalam yang menggantung secara tidak utuh. Bahkan dikatakan Leak bisa terbang diudara untuk mencari para wanita hamil dan menghisap darah dari janin yang ada dalam kandungan. Leak membutuhkan embrio bayi untuk kelangsungan hidupnya, selain itu Leak juga dapat mengubah dirinya menjadi bola api. Salah satu cara untuk melawan Leak adalah dengan menusuk lehernya dari bawah ke atas saat kepalanya terpisah dari tubuh, dengan cara tersebut maka Leak tidak akan dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Dalam jangka waktu tertentu, Leak tidak akan bertahan lama dan akhinya mati.

Di jaman sekarang, beberapa orang Bali masih tertarik untuk menguasai ilmu Leak. Meskipun menuai kontroversi karena Leak identik sebagai ilmu untuk menyakiti orang lain. Namun bagi orang yang tertarik, ilmu Leak memiliki sebuah proses yang baik bagi spiritualnya. Ada lima aspek yang harus dipatuhi bagi orang yang ingin menguasai ilmu Leak, yaitu

  1. Harus melakukan ajapa-ajapa serta menyembah dewa Siwa dan dewa Durga lewat ilmu Kawisesan.
  2. Harus menghormati dan taat kepada ajaran yang diberikan atau diturunkan.
  3. Dilarang makan daging berdaging empat.
  4. Dilarang berzinah.
  5. Dilarang pamer ilmu, hanya boleh menggunakan ilmu Leak saat terdesak.
  6. Dilarang menyakiti orang lain yang tidak berdosa dengan ilmu Leak.
  7. Selalu menjalankan Dharma

Sesungguhnya ilmu Leak tidak jauh berbeda dengan ilmu-ilmu mistisme yang tercatat dalam catatan Babad Bali di daun Lontar. Sebagai ilmu yang harus dirahasiakan, biasanya orang-orang mempelajari ilmu ini ditempat yang jauh dari jangkauan masyarakat umum. Bagi anggota Leak baru atau pemula, ada ritual yang harus dijalankan yaitu pergi ke sebuah kuburan untuk berdoa agar rohnya diberi tempat yang sesuai dengan karma. Meskipun orang yang mempelajari ilmu Leak pergi ke kuburan dengan mambawa kelapa gading untuk proses pemercikan tirta, namun orang awam mengira mereka pergi ke kuburan untuk memakan mayat. Padahal tuduhan ini tidak sepenuhnya benar adanya. Kuburan digunakan sebagai tempat ritual Leak karena mengandung filosofis, bahwa siapapun dirimu, apapun statusmu, sekaya apakah dirimu atau semiskin apakah dirimu, semuanya akan berakhir dalam liang kubur. Agaknya prosesi tersebut masih merupakan pengaruh budaya India. Dalam kepercayaan orang India, kuburan merupakan tempat tersuci dimana ini adalah tempat berkumpul dan pergolakan para roh.

Ada lima level dalam pelajaran untuk mempelajari ilmu Leak

  • Pranayama atau Mekek Angkihan, yaitu pengendalian pernafasan
  • Ninggaling Sanghyang Menget, yaitu sebuah proses Visualisai
  • Pengraksa Jiwa, yaitu melindungi diri dengan bertingkah halus, tanpa emosi dan dendam
  • Nengkleng, yaitu mengkombinasikan pikiran dengan gerakan tubuh (berdiri dengan satu kaki)
  • Ngeregep, yaitu meditasi yang dilakukan dengan cara duduk bersila dengan tangan disilangkan pada dada sambil mengatur pernafasan
  • Mulih Sanghyang Atma Ring Bayu Sanda Idep, yaitu proses pelepasan roh. Dalam level ini sangat riskan jika dilakukan, karena dikhawatirkan roh dapat tersesat dialam gaib.

Sampai saat ini ilmu Leak tetap berkembang dan masih eksis dikalangan masyarakat Bali sebagai perwujudan budaya Hindu Bali. Ritual Leak Ngendih yang menciptakan api masih rutin dilakukan pada hari Kajeng Kliwon Enjitan pada malam hari di kuburan.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

topeng leak, TERDAPATNYA LEAK menurut AGAMA hindu, leak hindu, ciri-ciri topeng bali, leak topeng, pembuat alat tari topeng bali, pencipta ilmu leak, penemuan leak, asal penemuan ilmu leak bali, topeng bali leak

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Ilmu Leak Dalam Kisah Budaya Hindu Bali

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya