Home » Serba-Serbi » Budaya » Tradisi Mekotek Di Munggu, Tradisi Unik untuk Menolak Bala
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Tradisi Mekotek Di Munggu, Tradisi Unik untuk Menolak Bala

Sunday, September 2nd 2012. | Budaya

Grebek Mekotek atau biasa disebut Mekotek, merupakan tradisi unik yang hanya dilakukan di Desa Munggu, Bali. Desa yang letaknya tidak jauh dari Tanah Lot ini selalu mengadakan upacara Mekotek setiap Hari Raya Kuningan. Pada awalnya, Tradisi Mekotek dilakukan untuk menyemangati armada perang yang melewati Desa Munggu, atau menyambut para pejuang yang kembali dari medan perang. Tradisi Mekotek sempat dilarang pada zaman colonial Belanda, karena ditakutkan akan menimbulkan kerusuhan. Namun, setelah melakukan perundingan dengan pihak Belanda, maka tradisi Mekotek ini kembali dilakukan hingga sekarang.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Tradisi Mekotek Munggu, Tradisi Unik untuk Menolak Bala

Memang jika dilihat sepintas, upacara Tradisi Mekotek terlihat seperti dua kelompok yang sedang tawuran. Para warga dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing anggotanya membawa sebuah kayu pulet yang sudah dikuliti sepanjang 3 meter. Pada awalnya, upacara ini dilakukan menggunakan tongkat besi, namun untuk menghindari kecelakaan, maka tongkat besi diganti oleh tongkat kayu.

Tongkat kayu yang dibawa oleh kedua kelompok tersebut diadu sehingga membentuk kerucut atau piramid. Pada saat kedua kelompok diadu, maka akan menimbulkan bunyi “tek-tek” dari kayu yang saling beradu, dari situ pula lah timbul nama “Mekotek”.

Setelah kayu dibentuk kerucut, akan ada seseorang yang naik ke atasnya untuk memberikan semangat bagi pasukannya. Para warga yang mengikuti upacara Mekotek diwajibkan memakai baju adat madya. Peserta tradisi Mekotek diikuti oleh kurang lebih 2000 orang dari desa Munggu yang terdiri  dari usia 12 hingga 60 tahun. Iringan dari alat musik gamelan akan mengiringi jalannya upacara Mekotek, agar suasana bertambah semarak.

Meskipun upacara ini terlihat membahayakan, tetapi nyatanya tidak pernah ada yang terluka serius. Justru sebaliknya, tidak ada pertikaian atau amarah dalam upacara Mekotek ini, semua warga terlihat bersenang-senang.

Selain menyemangati para armada perang, Tradisi Mekotek ini dilakukan untuk memohon keselamatan agar desa Munggu terbebas dari bencana, dengan kata lain menolak bala. Desa Munggu pernah mengalami bencana yang menewaskan kurang lebih 10 orang setiap harinya, dari situlah warga melakukan upacara Mekotek dengan maksud menolak bala. Setelah sempat dilarang dan kini dilaksanakan kembali, desa Munggu terbebas dari bencana apapun.


Grosir Online Murah

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Tradisi Mekotek Di Munggu, Tradisi Unik untuk Menolak Bala

Grosir Online Murah