Home » Serba-Serbi » Budaya » Budaya Korupsi di Indonesia
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Budaya Korupsi di Indonesia

Sunday, September 2nd 2012. | Budaya

Grosir Balmut Sprei Murah

CafeBerita.com – Kata “korupsi” dan “koruptor” sudah bukan hal yang asing didengar. Setiap hari, pembahasan mengenai korupsi menjadi topik pokok dalam berita-berita dalam negeri. Budaya Korupsi menjadi tema utama dalam setiap perbincangan. Namun, apa semua orang mengerti dengan makna korupsi? Jawabannya tidak.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Budaya Korupsi, Budaya Indonesia

Secara harfiah, korupsi memang ditujukan untuk pejabat publik, baik itu politisi ataupun pegawai negeri yang melegalkan cara apapun untuk memperkaya diri, terutama dengan “mencuri” uang rakyat. Namun sebenarnya, makna korupsi lebih luas dari pada itu. Secara luas, korupsi merupakan tindakan yang melanggar hukum, menyalahgunakan sesuatu yang bukan haknya baik itu kewenangan, materi, ataupun sarana.

Semakin tua umur negara ini, tidak membuat Indonesia menjadi lebih dewasa, justru sebaliknya. Korupsi merajalela dengan bebasnya. Tercatat di Corruption Perception Index tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat ke-100 dari 183 negara terkorupsi, sedangkan menduduki posisi empat negara terkorup di Asia.

Hukuman terpidana korupsi laris manis diborong para pejabat publik. Kini, wajah para elit politik bisa dijumpai sedang meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan. Badan untuk memberantas korupsi pun semakin giat ditegakkan. Seruan-seruan anti-korupsi semakin lantang diteriakkan oleh masyarakat. Budaya Korupsi menjadi musuh utama bagi Indonesia.

Namun, sebagian masyarakat tidak menyadari bahwa mereka sendiri adalah koruptor. Sebagian masyarakat adalah koruptor yang berteriak koruptor. Mengapa demikian? Karena realita menunjukan bahwa semakin banyak masyarakat yang menutup mata akan hukum dan aturan.

Sebagai contoh kecil, di jalan raya. Kini, semakin banyak para pengendara yang tidak mentaati peraturan. Ketika traffic light menunjukan warna merah, masih banyak pengendara yang nyelonong dengan sengaja. Secara tidak langsung mereka telah melakukan korupsi, karena mengambil hak para pengendara dari arah yang lainnya.

Contoh kedua, masih di jalan raya. Ketika jalanan macet, sangat banyak pengendara, terutama sepeda motor yang mengambil lahan trotoar untuk memperlancar laju mereka. Apakah hal tersebut bukan korupsi? Ya, hal tersebut merupakan tindakan korupsi, karena mengambil hak para pejalan kaki.

Contoh selanjutnya, pada sebuah instansi, atau sarana pendidikan. Tidak sedikit para orang-orang di dalam instansi yang bisa bekerja akibat mempunyai relasi yang cukup penting pada instansi tersebut. Para lulusan yang mencari kerja tidak akan khawatir karena ayah, saudara, atau kerabatnya bekerja di instansi yang dituju. Tidak sedikit pula para siswa yang dapat mengenyam pendidikan di sekolah favorit karena mempunyai “kenalan” di dalam sekolahnya. Apa itu bukan korupsi? Ya! Itu jelas tindakan korupsi.

Masih banyak lagi contoh korupsi yang tidak dianggap dosa dan luput dari mata hukum. Hal tersebut membuktikan bahwa korupsi sudah menjadi budaya Indonesia yang baru. Budaya korupsi sudah mengakar dan diajarkan turun-menurun pada generasi muda Indonesia. Jika terus dibiarkan, maka budaya korupsi ini akan semakin parah. Maka dari itu, sebelum berteriak korupsi pada pebajat publik, sangat baik apabila kita bercermin diri, membenahi diri sebelum terlampau jauh menjadi seorang koruptor.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

mencari budaya budaya di indonesia

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Budaya Korupsi di Indonesia