Home » Serba-Serbi » Budaya » Wayang Golek, Kesenian dan Budaya Masyarakat Sunda
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Wayang Golek, Kesenian dan Budaya Masyarakat Sunda

Thursday, August 30th 2012. | Budaya

Tips Agar Cepat Hamil

CafeBerita.com - Wayang Golek merupakan kesenian budaya yang sangat populer di kalangan masyarakat Sunda, khususnya. Bentuk Wayang Golek sangat berbeda jauh dengan wayang yang umumnya dibuat oleh masyarakat Jawa. Jika Wayang Jawa terbuat dari kulit, Wayang Golek merupakan kayu yang diukir menyerupai boneka dan didandani dengan berbagai pakaian serta atribut mini sesuai ukurannya. Wayang Golek diperkirakan berasal dari daerah dataran tinggi Priangan, Jawa Barat pada jaman kerajaan Buddha Pajajaran sekitar abad 15 Masehi. Nama Sunan Kudus dikisahkan turut andil dalam mempopulerkan Wayang Golek di tanah Jawa. Disebutkan bahwa pada abad awal 16 Sunan Kudus membuat sebanyak 70 Wayang Purwo yang tidak memerlukan kelir karena dibuat menggunakan kayu.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Wayang Golek, Kesenian dan Budaya Masyarakat Sunda

Wayang Golek umumnya terbuat dari Albasiah atau Lame. Cara pembuatannya adalah dengan mengukir dan merautnya sampai menyerupai bentuk yang sesuai. Untuk pewarnaannya menggunakan Cat Duko, jika Wayang kulit berwarna lebih gelap, Wayang Golek biasanya memiliki warna-warna yang cerah dan kontras. Warna dasar yang digunakana ialah Merah, Hitam, Prada dan Putih.


Wayang Golek dibagi 2 jenis, yakni Wayang Golek Purwa dan Wayang Golek Cepak (Papak).

  1. Wayang Golek Purwa: Wayang Golek Purwa banyak memainkan cerita-cerita dari Ramayana dan Mahabarata. Namun kadang-kadang juga merambah ke cerita Panji khas Sunda yang biasanya disajikan dengan Wayang Gedhog. Pertunjukan Wayang Purwa ada beberapa versi gaya dan bahasa (Gagrak), yakni Banyumasan, Cirebonan, Kedu, Ngayokyakarta, Mangkunegaran, Jawa timuran dan Gagrak Kasunanan.
  2. Wayang Golek Cepak: Wayang Golek Cepak banyak ditemukan di daerah Cirebon dan Indramayu. Bentuknya seperti boneka, namun memiliki bentuk kepala yang papak atau rata. Menurut beberapa sumber Wayang Golek Cepak dibuat pertama kali oleh Sunan Gunung Jati sebagai sarana penyebaran Islam. Dalam Wayang Golek Cepak tokoh-tokohnya lebih banyak berasal dari babad atau sejarah Pasundan, seperti Wiralodra, Kuwu Sangkan, Nyi Mas Gandasari, Ki Tinggil Bagal Buntung dan lain-lain.

Beberapa tokoh-tokoh Wayang Golek yang lain diantaranya adalah:

  • Semar
  • Dawala
  • Cepot atau Astrajingga
  • Anoman
  • Gareng
  • Bambang Sumantri
  • Aswatama
  • Bambang Kaca
  • Arjuna
  • Batara Guru
  • Batara Kresna
  • Batara Rama
  • Bima
  • Yudhistira
  • Nakula
  • Sadewa

Meskipun Wayang Purwa banyak versi bahasanya, namun umumnya Wayang Golek dimainkan dengan bahasa Sunda dan diiringi musik gamelan Sunda atau Salendro. Gamelan Sunda atau Salendro terdiri dari Peking, Selentem, seperangkat Kenong, Boning dan Boning rincik, beberapa Kendang (termasuk Kendang Indung dan tiga Kulanter), Rebab dan Gambang. Variasi pertunjukan Wayang Golek menggunakan Sinden dilakukan sejak tahun 1920’an. Gara-gara keberadaan Sinden dalam Wayang Golek saat itu membuat masyarakat lebih mengenal Sindennya dibandingkan aksi pertunjukan Wayang Golek tersebut.

Selain tokoh-tokoh Wayang diatas, Wayang Golek sering juga menyajikan lakon Carangan. Beberapa lakon Carangan ialah Cecep Supriadi, Entah Tirtayana, Asep Sunandar Suryana, Tarkim, Partasuanda, Abeng Sunarya, Apek dan lain-lain. Saat ini Wayang Golek biasanya hanya digelar sebagai pertunjukan seni rakyat, seperti saat diadakannya pesta hajatan, khitanan, pegelaran budaya masyarakat Sunda tradisional. Sedangkan untuk kepentingan lain, Wayang Golek memiliki fungsi sebagai Ngarurat atau ritual pembersihan dari segala marabahaya. Dalam masyarakat Sunda, orang yang boleh melakukan Ngarurat adalah Wunggal (Anak tunggal), Suramba (4 anak laki-laki), Surambi (4 anak perempuan), Nanggung Bugang (seorang yang ditinggal mati kakaknya), dan masih banyak lagi.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

nama wayaqng kesenian sunda, wayang golek kesenian sunda

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Wayang Golek, Kesenian dan Budaya Masyarakat Sunda

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya