Home » Serba-Serbi » Budaya » Alat Musik Sasando dari Pulau Rote
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Alat Musik Sasando dari Pulau Rote

Sunday, July 1st 2012. | Budaya

Grosir Balmut Sprei Murah

CafeBerita.com – Sekitar dekade tahun 90’an ketika anda memegang uang kertas Rp 5000 maka anda akan melihat sebuah gambar alat musik yang bentuknya seperti kipas. Sasando, itulah namanya, sebuah alat musik yang berasal dari pulau Rote (pulau Roti), pulau yang berada paling selatan provinsi Nusa tenggara timur, sebenarnya nama Sasando sendiri berasal dari kata Sasandu yang berarti Bergetar dan berbunyi.
Alat Musik Sasando dari Pulau Rote
Alat musik ini sudah dimainkan sejak abad ke 7, berbeda dengan keroncong dan alat musik lain yang merupakan pembawaan dari Negara barat saat jaman penjajahan, Sasando adalah musik asli dari suku penghuni kepulauan Rote. Sasando di mainkan dengan cara dipetik seperti harpa, kecapi atau gitar, dengan tidak memakai chord/kunci, jadi tentu saja Sasando menggunakan senar sebagai sumber bunyinya, namun uniknya bunyi suara Sasando menghasilkan bunyi seperti kombinasi 3 alat musik yaitu piano, harpa dan gitar plastis.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Bentuk Sasando yang berbentuk seperti kipas dikarenakan Sasando terbuat dari anyaman daun lontar yang dipasangkan pada sebuah tabung panjang yang terbuat dari bambu dan bagian tengahnya terdapat ganjal untuk pemasangan senar (dawai) yang direntangkan pada tabung bambu tersebut dari atas ke bawah. Wadah Sasando juga berfungsi sebagai tempat resonasi suara atau Nada yang dibunyikan.

Jenis Sasando di bedakan dengan jumlah senarnya, diantaranya adalah Sasando senar 28 yang di sebut Sasando engkel, Sasando senar 56 yang di sebut Sasando Dobel, sampai ada Sasando senar 84. Sasando selalu di buat dengan menggunakan daun lontar yang dikeringkan lalu ditekuk setengah melingkar, yang merupakan ciri khasnya, namun tidak mengherankan karena daun lontar ini banyak tumbuh subur di pulau Rote. Selain untuk membuat Sasando, daun lontar pun dipakai untuk menulis pada jaman dahulu (seperti papyrus), pohon daun lontar yang merupakan keluarga pohon palem dapat mencapai tinggi hingga 30 meter, getahnya pun dapat dimanfaatkan sebagai lem atau perekat sebelum ada pabrik yang membuat lem sintetis.

Di mainkan dengan kedua tangan yang berlawanan arah, kanan kiri, tangan kiri berguna untuk memainkan melodi sedangkan tangan kanan digunakan untuk memainkan cord. Tidak mudah untuk memainkan Sasando, saat ini kebanyakan hanya generasi tua dan beberapa pemuda Rote yang masih bisa memainkannya. Seorang yang memainkan Sasando di sebut Ta’e atau Sasanu dan sebelum memainkannya para Sasanu tradisional harus melakukan prosesi ritual adat.

Saat ini Sasando terancam punah karena generasi muda yang jarang belajar Pada saat ini Sasando hanya di mainkan oleh 8-14 orang saja, itu pun kebanyakan kakek tua. Beberapa waktu lalu disebuah stasiun televisi lokal mengundang seorang pemain Sasando professional yang di wawancarai sekaligus untuk menunjukan keahliannya bermain Sasando, dia menyesalkan karena generasi muda saat ini jarang ada yang mau tekun belajar Sasando. Di anggapnya itu adalah musik kuno dan tidak menghasilkan keuntungan, padahal si pemain Sasando tersebut mengatakan bahwa dirinya bisa pergi keliling dunia karena main Sasando, diantaranya adalah ke Belanda, Amerika, Spanyol, Singapura dan lain-lain. Seringkali dia diundang untuk bermain dihadapan para petinggi-petinggi dan para pejabat-pejabat Negara. Tidak lain dan tidak bukan bahwa Sasando harus dikenalkan kepada generasi muda jika tidak ingin Sasando-Sasando senarnya “terputus” oleh arus jaman yang juga bisa membuat Sasando punah bahkan yang lebih parah akan di klaim oleh Negara lain.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

Bunyi suara Sasando, alat musik sasando sumber bunyinya berasal dari, sumber bunyi sasando, Sumber bunyi pada sasando, sumber bunyi pada alat musik sasando pada bagian, sumber bunyi musik sasando pada bagian, sasando bunyinya?, penemu sasando, latar belakar penemuan alat musik sasando, jumlah senar sasando

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Alat Musik Sasando dari Pulau Rote