Home » Serba-Serbi » Budaya » Sisa-sisa Kepercayaan Dinamisme Suku Jawa
Jual Power Bank
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Sisa-sisa Kepercayaan Dinamisme Suku Jawa

Friday, May 11th 2012. | Budaya

Tips Agar Cepat Hamil

CafeBerita.com – Jaman boleh modern, tekhnologi berkembang sangat pesat, dan filsafat-filsafat ajaran yang berpegang teguh pada logika semakin marak dianut masyarakat umum, Arus budaya barat yang semakin mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Namun jangan mengira, dijaman dunia yang sudah serba canggih ini sudah tidak ada penganut kepercayaan Dinamisme lagi. Yang dimaksud ialah Dinamisme dalam kaitan sebuah ajaran tradisi budaya dan keagamaan.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

tradisi dinamisme suku jawa

Para penganut Dinamisme percaya terhadap roh-roh nenek moyang masih ada dan menetap di suatu tempat tertentu meski tidak terlihat secara kasat mata, dan mereka kerap kali mensakralkan tempat-tempat tertentu seperti gua, pohon besar yang rimbun atau pun kuburan. Penganut kepercayaan dinamisme sering meminta tolong kepada arwah-arwah nenek moyang untuk urusan mereka, juga terhadap arwah-arwah orang-orang yang mereka anggap besar, dan di hormati, biasanya adalah tokoh masyarakat setempat.

Mereka masih mempercayai benda-benda pusaka yang mempunyai kekuatan gaib, seperti keris, batu hitam, batu merah delima dan lain-lain. Suatu kepercayaan yang mempercayai kekuatan abstrak yang berdiam pada suatu benda maupun tempat tertentu.

Yang kami sorot kali ini ialah para penganut kepercayaan Dinamisme dari suku Jawa, karena begitu kuat dan mengakarnya kepercayaan ini bagi masyarakat jawa tradisional pada khususnya. Meski agama Islam sudah tersebar merata kepada suku jawa, namun toh mereka masih banyak yang berpegang teguh pada budaya dan tradisi dinamismenya.

Di wilayah sepanjang pantai selatan jawa tengah dan yogyakarta adalah wilayah yang paling kuat adat dan tradisi dinamismenya. Ini menunjukan bahwa penyebaran agama bagi masyarakat di wilayah ini tidak mempengaruhi tradisi & keyakinan dinamisme masyarakat jawa tradisional sampai saat ini, meski banyak juga diantara mereka beralih untuk tidak lagi berpegang teguh terhadap keyakinan ini. Masyarakat jawa penganut dinamisme percaya bahwa selain kehidupan dunia fana ada kehidupan dunia lain yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Sisi baik dari kepercayaan Dinamisme jawa adalah mereka dapat memahami konsep pluralisme, sikap toleransi dan menghormati kepercayaan lain juga Keterbukaan mereka terhadap lingkungan sekitar (mutual respect).

Beberapa upacara Tradisi para penganut dinamisme jawa yang masih rutin sampai saat ini adalah Larungan, perayaan tahun baru sura, tedak siten, ruwatan dan lain-lain. Di Kraton Kota Yogyakarta dan Solo masih rutin diadakan upacara kirab pusaka pada tahun baru jawa sura, sedangkan upacara larungan yang paling terkenal adalah di daerah pesisir Cilacap. Di rumah-rumah juga sering kali penganut dinamisme jawa melakukan ritual dengan mempersembahkan kemenyan yang berisikan segala macam kembang-kembang.

Pada dasarnya masyarakat Jawa penganut Dinamisme banyak menganut agama Islam dan secara alamiah dileburkan antara kebudayaan kepercayaan dinamisme dan ajaran islam. Misalnya pada saat hari maulud nabi diadakan upacara khas jawa dan permainan gamelan sekatenan atau pun saat menjelang hari ramadhan orang-orang pergi ke makam untuk berdoa kepada arwah-arwah nenek moyangnya.

Penggabungan Tradisi Jawa dan islam lain adalah Ruwahan. Ruwahan berasal dari kata Ruwah, yang menunjukan bulan yang dihitung urutan ke tujuh, ruwah juga berasal dari akar kata arwah. Upacara tradisi ini diadakan sepuluh hari sebelum jatuhnya hari-hari puasa atau ramadhan, dan digelar di masing-masing daerah atau perdukuhan, pada Malam harinya diadakan slametan atau syukuran yang dalam bahasa disebut kenduren.

Beberapa orang beranggapan bahwa kepercayaan Dinamisme jawa berkaitan erat dengan hal-hal mistis, perdukunan, sihir-sihir atau pun ilmu hitam, Walaupun tidak di pungkiri bahwa hal ini masih terdapat pada kepercayaan dinamisme jawa. Yang paling terkenal adalah Santet, karena kerap menjadi momok yang menakutkan bagi korbannya.

Orang jawa tradisional terkenal dengan sikap sinkretisme-nya. Budaya-budaya di luar jawa banyak diserap dan ditafsirkan serta diartikan menurut nilai kepercayaan jawa, hingga kepercayaan seseorang diantara mereka kadangkala menjadi kabur.

Lunturnya budaya jawa saat-saat ini banyak disebabkan pesatnya pertumbuhan pembangunan, modernisasi konsumerisme, media, maupun kebudayaan asing. Peran pemerintah dalam hal ini adalah Dinas kebudayaan tampaknya belum bekerja maksimal dalam mengatasi lunturnya budaya-budaya Indonesia khusus nya budaya Jawa. (Alexander .K)

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

contoh kepercayaan dinamisme dalam lingkungan masyarakat, daerah yang mempercayai dinamisme, dinamisme, Kepercayaan suku jawa, tempat yang masih dipengaruhi kepercayaan dinamisme di indonesia, tradisi cowong

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Sisa-sisa Kepercayaan Dinamisme Suku Jawa

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya