Home » Serba-Serbi » Biografi » Penemu-Ilmuwan » Biografi Ferdinand Braun Penemu Monitor atau Tabung CRT
Jual Power Bank
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Biografi Ferdinand Braun Penemu Monitor atau Tabung CRT

Monday, August 13th 2012. | Penemu-Ilmuwan

Tips Agar Cepat Hamil

Biografi Ferdinand Braun Penemu CRT

Biografi Ferdinand Braun Penemu CRT

Cafeberita.com – Karl Ferdinand Braun dianggap sebagai salah satu ilmuwan Fisika yang sangat berpengaruh dalam terciptanya benda-benda elektronik seperti Televisi dan Komputer. Bahkan pada tahun 1909 ia bersama Gugliemo Marconi berhasil mendapatkan penghargaan Hadiah Nobel dalam bidang Fisika. Braun lahir pada tanggal 6 Juni 1850 di Fulda, wilayah Eelectrorate of Hessen, Jerman. Keluarganya termasuk golongan menengah, ayahnya adalah seorang pegawai pengadilan di Fulda. Sejak masa mudanya, Braun dianggap sebagai orang yang memiliki sikap skeptis serta rasa keingintahuan yang sangat kuat. Ia pernah mengenyam pendidikan dengan jurusan Fisika di Universitas Marburg dan mendapat gelar Ph.D di Universitas Berlin pada tahun 1872. Selain menggeluti bidang Fisika, Braun juga sangat tertarik dalam ilmu Filsuf, bahkan ia juga sempat meraih gelar doctor dalam bidang tersebut. Pasca Sarjana Braun bekerja menjadi seorang guru pelajaran Fisika di sebuah SMA di kota Leipzig dari tahun 1872 hingga 1885. Setelah itu ia diangkat menjadi dosen di Universitas Marburg, dan dilanjutkan di Starsbourg serta Karlsruhe.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Meskipun mempunyai kesibukan sebagai pengajar, namun Braun tetap getol untuk melakukan eksperimen-eksperimen barunya. Setelah pernikahannya, ia pernah berkunjung ke beberapa Negara Eropa, Amerika Serikat dan daerah gurun Sahara untuk melakukan riset keilmuwannya. Penemuan Braun yang paling fenomenal adalah Tabung Sinar Katoda/CRT (Cathoda Ray Tube atau CRT) pada tahun 1897 yang merupakan sebuah tabung yang kini banyak digunakan dalam layar Televisi, Komputer, Osiloskop dan Monitor Video. Di Jerman Tabung Sinar Katoda sering disebut dengan “Braunsche Rohre” (Tabung Braun), sedangkan di Jepang saat ini lebih dikenal dengan nama “Buraun-Kan”. Tabung CRT pertama dirangkai dengan dioda katoda dingin yang merupakan hasil modifikasi dari Tabung Crookes yang terlapisi Fosfor pada layarnya. Sistem kerja di dalam CRT, elektron-elektron secara terarah diarahkan menjadi sebuah pancaran elektron. Elektron inilah selanjutnya difokuskan dengan sebuah alat bernama “Defleksi Yoke” oleh medan magnet yang mengarahkan ke posisi Horizontal dan Vertikal untuk menscan permukaan anode. Anode tersebut sebaris dengan bahan fosfor yang umumnya berdasarkan logam transisi (Rare Earth). Saat elektron menyentuh bahan material pada layar, maka elektron tersebut akan menimbulkan cahaya. Namun sebelumnya elektron-elektron harus menembus pelat tipis dan berlobang (Skrin) untuk memfokuskan tiga bintik warna yakni merah, hijau dan biru. Untuk selanjutnya monitor CRT dikembangkan oleh ilmuwan Philo Farnsworth dan pada akhir abad 20 dipakai seluruh pesawat Televisi serta akhirnya menjadi dasar dari perkembangan LCD.

Tabung Sinar Katoda temuan Ferdinand Braun di publikasikan di hadapan para mahasiswa Universitas Starsbourg. Setelah itu ia mulai mendirikan perusahaan yang dinamai Braun-Siemens Gesellschaft.

Penemuan lain yang berhasil diciptakan Braun adalah Dioda Cat’s Whisker yang merupakan salah satu jenis dioda kontak titik. Dioda Cat’s Whisker ini kadang-kadang disebut dengan Detektor Kristal.  Susunannya terdiri dari kawat berbahan logam tipis dan tajam yang ditekan pada sebuah Kristal semikonduktor yang biasanya adalah sepotong batu bara atau galena. Penggunaannya adalah pada penerima Radio Kristal setelah dikembangkan oleh Jagadish Chandra Bose dan beberapa peneliti Radio lain.

Tak hanya itu, pada tahun 1905 hingga 1909 Ferdinand Braun juga terlibat dalam mengembangkan Telegraf tanpa kawat bersama ilmuwan Italia Yuglielmo Marconi. Sebelumnya Marconi hanya dapat menyampaikan osilasi atau getaran yang terendam dan sangat membatasi jangkauan penyiarannya. Braun menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menggunakan dua kondensator dan sebuah gulungan kawat induksi dalam sirkuit osilasi yang tertutup agar memecah getaran elektromagnetik yang terhilang di udara. Hasil kerja Braun ini membuat pemancar menjadi lebih kuat disbanding saat pertama kali Marconi membuatnya. Dari sinilah Ferdinand Braun dan Yuglielmo Marconi berhak memperoleh Hadiah Nobel atas jasanya mengembangkan Telegraf. Patut di perhatikan karena Braun tidak memperoleh Hadiah Nobel dari karyanya membuat Tabung Sinar Katoda atau tabung CRT yang notabenya merupakan cikal bakal Televisi modern.

Karena Braun juga aktif dalam pengembangan Telegraf, ia juga mendirikan perusahaan berbasis komunikasi Radio yang dinamai Telefunken pada tahun 1903. Di tahun 1911 ia juga mendirikan sebuah stasiun Radio di Sayville.

Karena alasan keamanan Braun menetap di Amerika Serikat setelah meletusnya Perang Dunia I, ia tinggal di wilayah Broklyn dan tidak pernah pulang lagi ke negaranya. Ferdinand Braun sang penemu tabung CRT  meninggal pada tanggal 20 April 1918 di New York, saat itu ia berusia 67 tahun. Sebelum meninggal ia sempat menulis sebuah buku berjudul “Fisika untuk Wanita”.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

nama penemu monitor komputer, Para penemu monitor, penemu monitor, penemu monitor crt, siapa penemu monitor CRT, siapakah penemu monitor CRT, tabung braun, video penemuan braun

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Biografi Ferdinand Braun Penemu Monitor atau Tabung CRT

Distributor Sarung Jok Motor

Toko Jam Tangan Terpercaya