Home » Serba-Serbi » Biografi » Penemu-Ilmuwan » Edouard De Martinville & Thomas Alva Edison : Phonautogram & Fonograf
Tips Agar Cepat Hamil
Mencari Jasa Pemasaran Online ??? KLIK
Mencari Kerjasama Pemasaran Online ??? KLIK

Edouard De Martinville & Thomas Alva Edison : Phonautogram & Fonograf

Thursday, August 9th 2012. | Penemu-Ilmuwan

Grosir Balmut Sprei Murah

CafeBerita.com – Untuk memutar sebuah musik saat ini anda dapat menggunakan banyak alat, mulai dengan laptop, PC, Mp3, CD,kaset pita dan lain-lain. Saat ini alat-alat tersebut sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, meski beberapa diantaranya sudah tidak lagi digunakan. Ada dua tokoh yang turut andil dalam penemuan alat-alat perekam suara pertama, yaitu Thomas Alva Edison dan Edouard De Martinville, Thomas lebih terkenal penemuan alat perekam suara dengan Fonografnya, namun Edouard justru terlebih dulu membuat alat perekam suara pertama bahkan Fonograf buatan Thomas merupakan pengembangan dari penemuan Edouard.
Edouard De Martinville & Thomas Alva Edison : Phonautogram & Fonograf
Edouard Leon Scott De Martinville, pria ini lahir pada tanggal 28 April 1817 di Paris, Perancis. Ia adalah seorang penjual dan pencetak buku, namanya menjadi terkenal setelah ia berhasil menciptakan sebuah alat perekam suara pertama yang dinamakan “Phonautogram” pada tahun 1857 atau tepatnya 17 tahun sebelum Thomas Alva Edison membuat Fonograf. Edouard memang sudah tertarik untuk melakukan penelitian mekanis penulisan suara, ia mempunyai impian untuk membuat sebuah alat yang dapat merekam suara manusia dalam bentuk Stenografi tanpa adanya kelalaian ucapan yang direkam. Saat ia melakukan pengecekan tulisan pada ukiran buku teks fisik, ia dapat menemukan gambar-gambar anatomi pendengaran. Dari hal inilah ia berusaha mencari alat yang bisa meniru cara kerja pendengaran yaitu menggunakan sebuah membrane elastic pengganti gendang telinga, alat pengungkit pengganti tulang telinga yang dapat menggerakan pena yang digunakan untuk menulis suara pada sebuah permukaan kertas atau kayu dengan diberikan jelaga.


Sapa bilang cowok jelek gak bisa dapet cewek cantik

Penemuan alat tersebut kemudian dinamakan Phonautogram, alat ini menggunakan sebuah terompet untuk dapat menangkap suara yang menyentuh diafragma serta untuk menggerakan sikat kaku yang berfungsi untuk menuliskan tulisan pada sebuah kertas hitam, dan diletakan pada sebuah silinder yang diputar dengan tangan. Atas keberhasilannya akhirnya Edouard menerima hak paten atas penemuannya dengan kode #17,897/31,470. Dalam penelitiannya ia tidak sendirian, ia dibantu oleh rekannya yang merupakan seorang pembuat instrument musik akustik Rudolph Koening. Edouard dapat menjual banyak Phonautogram untuk laboratorium dan pusat pendidikan untuk kepentingan penelitian ilmiah terutama tentang suara, bahkan juga digunakan oleh Franciscus Donders seorang ahli medis, psikis dan juga professor Fisiologi di Utrecht. Sayangnya alat ini tidak membuat Edouard berpenghasilan banyak dan ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja sebagai penjual dan pencetak buku.

Majalah New York Times pada tahun 2008 menuliskan sebuah artikel tentang penemuan Phonautogram yang di temukan tanggal 9 April 1860, dan disertai keterangan bahwa rekaman suara visual dapat dimainkan yaitu dengan mengubah coretan dikertas menjadi suara seperti yang dikemukakan oleh para ilmuwan di Lawrence Berkeley National Laboratory, California, Amerika Serikat. Suara tersebut merupakan suara Edouard De Martinville sendiri, setelah dikira itu adalah suara anak perempuannya, suara itu adalah sebuah lagu yang berjudul “Au Clair de la Lune” yaitu sebuah lagu rakyat Perancis yang telah ada sejak abad 18, umumnya diajarkan pada anak SD di Glockenspiel. Para peneliti mendengar suara Edouard yang mengucapkan lirik lagu tersebut “Au clair de la lune, mon ami pierrot…” rekaman suara ini dianggap lebih tua dibandingkan rekaman musik Handel berjudul “Israel in Egypt” yang terdapat pada Fonograf Thomas Alva Edison buatan tahun 1888. Selain lagu “Au clair de la lune” pada Phonautogram juga ditemukan sebuah naskah drama dan puisi yang dikarang oleh Torquato Tasso yang bertema “Amita”, diperkirakan naskah drama dan puisi dalam Phonautogram ini dibuat sekitar antara tahun 1860’an, serta beberapa suara kata-kata Edouard yang tidak beraturan bunyinya dan diperkirakan dibuat lebih tua dari lagu “Au clair de la lune”. Coretan pada Phonautogram ditranskripsikan dengan gelombang suara sebagai undolations atau dengan penyimpanan dalam garis pada kertasnya. Penemuan ini sangat berguna bagi studi akustik, pembelajaran visual maupun untuk mengukur satuan amplitudo dan bentuk-bentuk gelombang suara maupun untuk menentukan frekuensi pitch control musik.

Meski Phonautogram awalnya hanya dapat merekam suara dengan sebuah coretan di kertas, namun tetap saja Edouard De Martinville dianggap sebagai orang pertama yang menemukan alat perekam suara. Memang jika dibandingkan, Fonograf lebih unggul karena mampu memainkan dan menyimpan suara, bahkan Fonograf tertua sudah dipasangkan dengan pita suara yang terdapat pada lapisan film baja tipis. Pada perkembangannya Fonograf menggunakan pita suara yang dibuat dari lilin dan seluloid, sedangkan gelombang suaranya terpancar melalui membrane ke baut logam yang telah bergerak dengan cepat dan baut tersebut menggoresi pita-pita silinder, dari sinilah merupakan cikal bakal pembuatan gramofon pada kemudian hari. Fonograf ini dapat dimainkan dengan tangan maupun dengan tenaga listrik. Jika alat perekam pertama Phonautogram kurang laku di pasaran, Fonograf justru sebaliknya, sejak penemuannya tahun 1877 Thomas Alva Edison menjual Fonograf secara komersial antara tahun 1890 sampai 1925. Pada tanggal 26 April 1879 Edouard De Martinville menghembuskan nafas terakhirnya di kota kelahirannya Paris, Perancis, saat itu ia berusia 62 tahun.

Kalimat yang berkaitan dengan artikel :

alat pengganti stenografi, alat penemuan pertama thomas alva edison, cara kerja fonograf

Artikel Lain yang masih berhubungan :

Comment For Edouard De Martinville & Thomas Alva Edison : Phonautogram & Fonograf